Postingan

Gurindam Dua Belas

Gambar
Gurindam 12  merupakan puisi, hasil karya  Raja Ali Haji  seorang sastrawan dan  Pahlawan Nasional  dari  Pulau Penyengat , Provinsi  Kepulauan Riau . Gurindam I Ini gurindam pasal yang pertama Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat, maka ia itulah orang ma'rifat Barang siapa mengenal Allah, suruh dan tegahnya tiada ia menyalah. Barang siapa mengenal diri, maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari. Barang siapa mengenal dunia, tahulah ia barang yang terpedaya. Barang siapa mengenal akhirat, tahulah ia dunia melarat. Gurindam II Ini gurindam pasal yang kedua Barang siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut. Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang. Barang siapa meninggalkan puasa, tidaklah mendapat dua temasya. Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat. Barang siapa meninggalkan haji, tiadalah ia meny...

Mitos Pulau Penyengat dan Spirit Islam

Gambar
LAIN lubuk lain ikannya, demikian pula dengan Pulau Penyengat yang terdapat di Kepulauan Riau. Pulau yang dapat ditempuh sekitar 15 menit dari Tanjungpura ini memiliki cerita unik. Dari kejauhan, Pulau Penyengat nampak indah dengan pemandangan khas etnis Melayu. Warna kuning nampak lebih dominan sebagaimana umumnya pada etnis Melayu. Keindahan semakin terasa ketika para penumpang pompong merapat ke dermaga yang berdekatan dengan Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat. Jangan datang ke Pulau Penyengat bersama pacar, demikian ungkapan yang beredar dan dipercaya di Pulau Penyengat. Karena usai menikmati keindahan panorama di pulau yang berpenghuni sekitar 2 ribu ini, bakalan bubar alias putus. Banyak warga di pulau tersebut membenarkan bahwa jika berkunjung menyertakan calon isteri, tak terlalu lama pasangan bersangkutan menuai perpisahan. Dengan sebutan salin, pasangan berpisah tanpa diakhiri dengan pernikahan. Karyawati Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kepulauan Riau,...

MOTO PROVINSI KEPULAUAN RIAU ”BERPANCANG AMANAH, BERSAUH MARWAH”

B A B  V  "M OT T O"  (Makna Motto Pasal 9) Motto Daerah adalah BERPANCANG AMANAH BERSAUH MARWAH; I. BERPANCANG AMANAH bermakna menunjukkan sifat teguh untuk mempertahankan adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan kitabullah guna mencapai akhlak mulia; II. BERSAUH MARWAH bermakna menjaga adat dan budaya guna menata masa depan yang lebih baik menuju cita-cita luhur untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat Kepulauan Riau;

Marwah Melayu, Korban Perjudian Bisnis Wisata

Oleh : Riki 16-Mei-2011, 10:29:19 WIB  - [ www.kabarindonesia.com ] KabarIndonesia -  Kepulauan Riau (Kepri) merupakan provinsi yang terhitung muda di Indonesia. Baru terbentuk ditahun 2002 hasil pemekaran provinsi kepri. Kepri sendiri terbentuk berdasarkan UU No. 25 Tahun 2002 sekaligus menjadi Provinsi ke-32 di Indonesia yang mencakup Kota Tanjung Pinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabuten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga. Ibu Kota dari Kepri sendiri adalah Tanjung Pinang dimana mayoritas penduduknya adalah keturunan suku melayu. Hal ini bisa dilihat dari logat berbicara yang masih kental dengan bahasa melayu. Selain itu suku melayu dikenal kuat dalam menjaga marwah diri dan menjunjung tinggi nilai-nilai ketimuran. Selain karena faktor suku, hal ini juga diperkuat dengan agama. Mayoritas penduduk melayu adalah pemeluk agama Islam yang notabene selalu menjaga diri dari fitnah. Artinya adalah, Islam mewajibkan umatnya ...

“Ajari Aku Melayu”

Oleh: Naskar Wandi Lama juga aku mencari, di mana Melayu itu, tidak pernah ku jumpa, baik pada bahasanya, landasan kehidupannya, struktur bangunan yang dibina, satu pun tidak, lambang pada kemelayuan itu. Aku berbisik kepada anakku, “jika kau berkesempatan, dewasa nanti carilah dimana Melayu itu dan khabarkan kepada baba.” (2006, Koleksi Puisi Diraja) Kepulauan Riau (Kepri) adalah Melayu dengan semboyan Berpancang Amanah, Bersauh Marwah. Berpancang Amanah bermakna menunjukkan sikap teguh untuk mempertahankan adat bersendikan syara‘, syara‘ bersendikan kitabullah guna mencapai akhlak mulia. Bersauh Marwah bermakna menjaga adat dan budaya guna menata masa depan yang lebih baik menuju cita – cita luhur untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat Kepulauan Riau Setahu penulis melayu telah banyak dibicarakan, melayu telah banyak diseminarkan, dilokakaryakan, difestivalkan, dan telah banyak juga berdiri organisasi melayu hingga sampai saat ini mungkin telah banyak konsep y...

Harian Kafilahku I

25-3-2011 Rapat pertama, pemilihan dan pembentukan kepengurusan, aku masuk ke tim Iqro dan sebagai anggota coordinator bidang logistic, kafilah dakwah akan dilaksanakan di Kab. Batam, Kepulauan Riau. Astaga!! Aku gak bias renang, semoga Allah Ta’ala memudahkan semua..amin.. Masa persiapan, masa inti dan masa pasca KD. Aku sedikit sangsi dengan terpilihnya Fiqi dan Asna, semoga baik-baik saja amin.. 26-3-2011 Perjalanan Panca Bela masih panjang…semoga bermanfaat amin.. 27-3-2011 Ngobrol dengan Pak Agus, berharap bias ikut mengajar mengaji di Mushola Ar Ro’isiyah tanpa dibayar, sebagai pemanasan sebelum kafilah, semoga  Allah mantapkan.. 4-4-2011 Baru bisa main ke mushola Ar Raisiyah, belum ngajar, hanya buat jadwal sekalian menentukan buku yang akan dipakai. 8-4-2011 Diajak ke Gramedia Bekasi, cari buku semacam silabus, tapi nggak dapat. Ditraktir nasi warung padang, Alhamdulillah wa syukrulillah. 14-4-2011 Mulai ngajar B. Arab untuk anak SD, membingungkan juga, tapi harus optimis,...

Mengenal Kepri (KEKEPRIAN)

Gambar
SEKAPUR SIRIH Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi yang penuh dengan limpahan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain letak geografisnya yang sangat strategis karena berada pada pintu masuk Selat Malaka dari sebelah Timur juga berbatasan dengan pusat bisnis dan keuangan di Asia Pasifik yakni Singapura. Disamping itu Provinsi ini juga berbatasan langsung dengan Malaysia. Dengan Motto  Berpancang Amanah, Bersauh Marwah ,  Provinsi Kepulauan Riau bertekad untuk membangun daerahnya menjadi salah satu pusat pertumbuhan perekonomian nasional dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Budaya Melayu yang didukung oleh masyarakat yang sejahtera, cerdas, dan berakhlak mulia. Dalam memberdayakan berbagai potensi yang ada, Provinsi Kepulauan Riau berusaha untuk tetap menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penerapan good governance  dan  clean government  dengan memberikan kemudahan berinvestasi sehingga dapat menarik lebih banyak investor baik domestik maupun...