Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2011

Cerita dari Dapur Enam (tentang perjalanan da'wah di sebuah kampung...)

Gambar
  Jembatan Barelang I menyambut kedatanga team kafilah Pemandangan pemukiman warga Dapur Enam dari belakang Pemandangan belakang pemukiman warga Dapur Enam  Memancing ikan bersama anak-anak  Memancing ikan bersama anak-anak   Mengajar mengaji anak-anak TPA Wajah-wajah generasi belia Dapur Enam Memasang bubu dengan Polo Memasang bubu dengan Polo  Peserta pelatihan mengajar Iqra' Dapur Enam bersama adik-adiknya  Melatih kader calon pengajar Iqra' TPQ Tanjung Banon Serius Bersama peserta pelatihan Peserta pelatihan, siap melanjutkan tugas Bersama anak-anak TPA Dapur Enam, bermain di area out bond milik DSNI Terpaksa telanjang dada, berenang Terpaksa juga, nyelam gonggong Terpaksa juga, nyelam gonggong Pulang dengan pilu diantar oleh Habil dan ayahnya Pak Musyada di Pelabuhan Sekupang Batam

"Kafilah Da'wah Mahasiswa STID M Natsir ke Batam 2011" (catatan perjalanan Zulfikar Sayf Maula...)

Jum'at, 8 July 2011 Pegal juga badan ini, perjalanan Tambun-Tanjung Priok dengan mobil TNI AL yang sempit, angkat-angkat barang, di tambah antrean panjang di pintu menuju kapal. Ku kira kesehatanku terancam, namun alhamdulillah team kafilah sudah membagikan 2 saset minuman herbal bubuk. Aku-pun langsung membuatnya, mengambil air panas dengan antrian yang panjang. Setelah meminumnya al hamdulillah, badan terasa lebih baik. Senin, 11 July 2011 Disuruh do'a setelah sholat, aku tolak, asli nggak bisa. Pak Imam bilang minta berkahnya, aku khawatir di kira anti do'a, di satu sisi, ngrasa bener juga, habis do'a yang di maksud nggak ada tuntunannya kok. Yang penting persiapan saja, kalau-kalau besok di minta lagi. Hari ini, aku dan Elip sampai di kampung tujuan, Dapur Enam, di antar langsung oleh Pak Yusuf, selaku lurah Sembulang. Dan Pak Atan, selaku ketua rt. 1. Selasa, 12 July 2011 Pak Atan tetap menginginkan kami tinggal di rumah, sementara Pak Itam, pengurus ma...