Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2011

MOTO PROVINSI KEPULAUAN RIAU ”BERPANCANG AMANAH, BERSAUH MARWAH”

B A B  V  "M OT T O"  (Makna Motto Pasal 9) Motto Daerah adalah BERPANCANG AMANAH BERSAUH MARWAH; I. BERPANCANG AMANAH bermakna menunjukkan sifat teguh untuk mempertahankan adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan kitabullah guna mencapai akhlak mulia; II. BERSAUH MARWAH bermakna menjaga adat dan budaya guna menata masa depan yang lebih baik menuju cita-cita luhur untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat Kepulauan Riau;

Marwah Melayu, Korban Perjudian Bisnis Wisata

Oleh : Riki 16-Mei-2011, 10:29:19 WIB  - [ www.kabarindonesia.com ] KabarIndonesia -  Kepulauan Riau (Kepri) merupakan provinsi yang terhitung muda di Indonesia. Baru terbentuk ditahun 2002 hasil pemekaran provinsi kepri. Kepri sendiri terbentuk berdasarkan UU No. 25 Tahun 2002 sekaligus menjadi Provinsi ke-32 di Indonesia yang mencakup Kota Tanjung Pinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabuten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga. Ibu Kota dari Kepri sendiri adalah Tanjung Pinang dimana mayoritas penduduknya adalah keturunan suku melayu. Hal ini bisa dilihat dari logat berbicara yang masih kental dengan bahasa melayu. Selain itu suku melayu dikenal kuat dalam menjaga marwah diri dan menjunjung tinggi nilai-nilai ketimuran. Selain karena faktor suku, hal ini juga diperkuat dengan agama. Mayoritas penduduk melayu adalah pemeluk agama Islam yang notabene selalu menjaga diri dari fitnah. Artinya adalah, Islam mewajibkan umatnya ...

“Ajari Aku Melayu”

Oleh: Naskar Wandi Lama juga aku mencari, di mana Melayu itu, tidak pernah ku jumpa, baik pada bahasanya, landasan kehidupannya, struktur bangunan yang dibina, satu pun tidak, lambang pada kemelayuan itu. Aku berbisik kepada anakku, “jika kau berkesempatan, dewasa nanti carilah dimana Melayu itu dan khabarkan kepada baba.” (2006, Koleksi Puisi Diraja) Kepulauan Riau (Kepri) adalah Melayu dengan semboyan Berpancang Amanah, Bersauh Marwah. Berpancang Amanah bermakna menunjukkan sikap teguh untuk mempertahankan adat bersendikan syara‘, syara‘ bersendikan kitabullah guna mencapai akhlak mulia. Bersauh Marwah bermakna menjaga adat dan budaya guna menata masa depan yang lebih baik menuju cita – cita luhur untuk mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat Kepulauan Riau Setahu penulis melayu telah banyak dibicarakan, melayu telah banyak diseminarkan, dilokakaryakan, difestivalkan, dan telah banyak juga berdiri organisasi melayu hingga sampai saat ini mungkin telah banyak konsep y...

Harian Kafilahku I

25-3-2011 Rapat pertama, pemilihan dan pembentukan kepengurusan, aku masuk ke tim Iqro dan sebagai anggota coordinator bidang logistic, kafilah dakwah akan dilaksanakan di Kab. Batam, Kepulauan Riau. Astaga!! Aku gak bias renang, semoga Allah Ta’ala memudahkan semua..amin.. Masa persiapan, masa inti dan masa pasca KD. Aku sedikit sangsi dengan terpilihnya Fiqi dan Asna, semoga baik-baik saja amin.. 26-3-2011 Perjalanan Panca Bela masih panjang…semoga bermanfaat amin.. 27-3-2011 Ngobrol dengan Pak Agus, berharap bias ikut mengajar mengaji di Mushola Ar Ro’isiyah tanpa dibayar, sebagai pemanasan sebelum kafilah, semoga  Allah mantapkan.. 4-4-2011 Baru bisa main ke mushola Ar Raisiyah, belum ngajar, hanya buat jadwal sekalian menentukan buku yang akan dipakai. 8-4-2011 Diajak ke Gramedia Bekasi, cari buku semacam silabus, tapi nggak dapat. Ditraktir nasi warung padang, Alhamdulillah wa syukrulillah. 14-4-2011 Mulai ngajar B. Arab untuk anak SD, membingungkan juga, tapi harus optimis,...

Mengenal Kepri (KEKEPRIAN)

Gambar
SEKAPUR SIRIH Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi yang penuh dengan limpahan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain letak geografisnya yang sangat strategis karena berada pada pintu masuk Selat Malaka dari sebelah Timur juga berbatasan dengan pusat bisnis dan keuangan di Asia Pasifik yakni Singapura. Disamping itu Provinsi ini juga berbatasan langsung dengan Malaysia. Dengan Motto  Berpancang Amanah, Bersauh Marwah ,  Provinsi Kepulauan Riau bertekad untuk membangun daerahnya menjadi salah satu pusat pertumbuhan perekonomian nasional dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Budaya Melayu yang didukung oleh masyarakat yang sejahtera, cerdas, dan berakhlak mulia. Dalam memberdayakan berbagai potensi yang ada, Provinsi Kepulauan Riau berusaha untuk tetap menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penerapan good governance  dan  clean government  dengan memberikan kemudahan berinvestasi sehingga dapat menarik lebih banyak investor baik domestik maupun...

Ulama Riau Tolak Acara Beach Party Fashion Lagoi

Gambar
Batam (SI ONLINE) - Sejumlah tokoh agama di Kepulauan Riau menemui Kapolda Kepri, Brigjen Raden Budi Winarso untuk menolak acara b each party  fashion  dan mendesak agar pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin keramaian acara tersebut. Para tokoh agama diterima langsung oleh Kapolda Kepri di Mapolda Kepri di Batam, Kamis (05/05/2011). Pertemuan ini dihadiri 9 tokoh agama dan tokoh masyarakat yang terdiri dari perwakilan MUI Kepri, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, serta Dewan Dakwah Islam Indonesia. Ketua Bidang Investigasi, Dewan Dakwah Islam Indonesia Provinsi Kepri, Ustazd Dedi Sanjaya LC, mengatakan, "dalam pertemuan itu kita meminta agar pihak Polda Kepri tidak mengeluarkan izin keramaian atas acara show bikini di Lagoi. Kita juga menyampaikan bahwa acara tersebut sudah menabrak norma-norma masyarakat dan agama." Beach Party Fashion  yang rencananya digelar Fashion TV pada 14 Mei 2011 di Nirwana Gardens Resort, Lagoi, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau....

Menguak Nasib Tapak Sejarah Kebesaran Melayu Islam di Kepri (Bagian 2)*

Dana Rp 600 Juta Mengucur, Situs Tetap Hancur Situs sejarah di Sungai Timun yang terancam hilang akibat eksplorasi bauksit Oleh: Nandy Pinta Raung buldozer dan gemuruh lalu lalang  puluhan truk pengangkut bauksit, menjadi pemandangan ‘mengerikan‘ jika kita memasuki Kampung Sungai Timun dan Sungai Carang. Adalah PT. Syahnur, perusahaan yang menguras bauksit di lokasi ini, seakan tak peduli dengan keberadaan sejumlah situs yang masih tersebar tak terawat. Praktis kawasan cagar budaya yang dulu disebut Kota Rebah atau Kotalama itu, kini meranggas dan menjadi tanah lapang yang gersang. Mengapa perusahaan ini begitu keji meluluhlantakkan peninggalan sejarah kebesaran Melayu Islam di lokasi ini? Ternyata, dibalik tindakan ini memang ada sesuatu yang pantas dipertanyakan. Masalahnya, pada tahun 2006 silam, kawasan yang dikuras bauksitnya oleh PT Syahnur ini, ternyata sudah dibebaskan oleh pemerintah kota Tanjungpinang. Luas seluruhnya 10 hektar untuk kepentingan cagar budaya. Tidak ta...
Optimis, mudah-mudahan proposal di baca, sangat menyesakkan jawaban pengurus tadi, "jangan sampai terjadi", ungkapan seakan keharaman, aku lemas, lesu. Tapi benakku terus berfikir, akhirnya ku berikan surat beserta proposal pada seorang marbot. Dan aku kembali.

Bangkitlah Melayu Sedunia/22 mei 2007 17:30

Tanjungpinang - Peradaban bangsa Melayu masa lalu yang gemilang, telah menorehkan catatan sejarah yang tak terbantahkan. Kesamaan agama, bahasa dan budaya menjadi tonggak penting bangsa Melayu. Bagaimana upaya dan kiprah Dunia Melayu Dunia Islam menggapai kegemilangan masa kini? Kendati berasal dari berbagai negara dan daerah, rasa serumpun dan bersaudara sebagai orang Melayu, terasa kental bagaikan saudara yang lama tak bertemu. Gagasan menyambung kembali tali silaturahmi melalui Dunia Melayu Dunia Islam beberapa tahun lalu, memberi spirit baru bagi warga Kepulauan Riau. Berbicara tentang Melayu, tidak hanya sebagai sebuah etnis atau bangsa yang pernah mencapai puncak kegemilangannya di masa lalu, tetapi perlu dipahami sebagai sebuah kesamaan agama, bahasa dan yang membangun peradaban Melayu di dunia.   Melayu identik dan sinonim dengan Islam. Melayu dan Islam begitu sebati dan tak dapat dipisahkan. ”Saat ini, lebih 300 juta penduduk dunia adalah Melayu dan lebih dari 1,6 Miliar p...