Art Living Sos 2011 (A-12 Obat Nyamuk)
Dear
Allz….
Helloooow…dellloww…hehe…apakabar
?
Semoga di bulan terakhir tahun ini teman dan sahabatku dalam keadaan
sehat-sehat semua, ya…
Lama
nian tidak bersapa…lama
banget gak ketawa-ketiwi bareng di sini…rasanya kangen juga…Eeeh, maaf
yaa…saya
nih yang sok sibuk…ngider sana sini kayak kitiran atau kipas
angin…hahaha…Tapi
percayalah…walaupun saya sibuk atau sok sibuk, saya tetap kangen dengan
teman
dan sahabat sekalian.
Beberapa
waktu ini saya
banyak mendapat kabar yang gembira, tetapi ada juga kabar yang agak
menyedihkan. Beberapa sahabat saya jatuh sakit. Dari mulai sakit yang
bisa
dirawat di rumah, hingga sakit yang membutuhkan perawatan dan terapi
yang
berkesinambungan di rumahsakit . Sungguh…menanggulangi penyakit itu
menjadi mahal
harganya. Hidup sehat memang dianjurkan. Namun kadang kita suka lupa
diri kalau
sedang sehat, dan mengabaikan penjagaan atau pengelolaan diri yang baik.
Di
antaranya adalah pengelolaan lingkungan. Lingkungan yang bersih dan
sehat,
insya Allah akan mendukung kesehatan kita juga.
Naaaah,
mumpung kita sedang
ngobrol soal lingkungan, saya mau cerita sedikit mengenai nyamuk.
Lho…apa
hubungannya dengan lingkungan, ya ? Yeaaah…mau tidak mau, nyamuk itu
adalah
hewan kecil yang paling akrab dengan manusia. Walaupun tubuhnya kecil,
tapi
banyak penyakit yang dapat ditimbulkan oleh gangguan nyamuk ini. Itu
sebabnya,
kita perlu menjaga diri dari gangguan nyamuk. Diantaranya dengan
menggunakan
obat nyamuk ! Sssttt…jangan protes dulu…
Mumpung
sekarang akhir pekan…mumpung
sekarang waktunya agak santai…Kita ngobrol yang santai saja dulu,
yaaa….Siapkan
cemilan…siapkan segelas teh manis atau kopi pahit…dan siapkan obat
nyamuk…hehehehe….
Selamat
menikmati…semoga
berkenan…
Jakarta,
9 Desember 2011
Salam
hangaaaatt,
Ietje S. Guntur
♥♥
Art-Living
Sos 2011 (A-12
Monday,
December 05, 2011
Start :
12/5/2011 10:01:14 AM
Finish
:12/5/2011 10:57:28 AM
OBAT
NYAMUK
Hari libur. Menjelang
magrib. Di rumah. Sambil menonton acara televisi yang bolak-balik
diganti
salurannya oleh Sang Pangeran Remote
Control, saya menikmati segenggam kacang goreng. Duduk
santai sambil selonjor seperti ini,
saya harus membagi perhatian antara layar kaca yang terus berganti acara
dengan
kacang goreng yang mesti dikupas
kulitnya. Baru menunduk sebentar untuk
menggigit kacang, acara televisi sudah berubah lagi. Waaah…bagaimana ini
?
Kadang-kadang saking repotnya, kulit kacang yang luput dikupas ikut
terbawa ke
dalam mulut…huuuh…
Tiba-tiba keasyikan
saya terganggu oleh seekor nyamuk yang berpatroli. Tidak cukup hanya
terbang
mendekat, nyamuk itu pun mulai bernyanyi . Mendendangkan lagu senja,
yang bisa
berarti pula lagu penyerbuan terhadap mangsa. Benar saja. Tidak lama
kemudian,
beberapa ekor nyamuk lagi mengikuti si Nyamuk yang pertama. Dan mereka
mulai
menari dengan lincah, sambil menunggu mangsanya lengah. Huupp..satu ekor
hinggap di betis kiri saya. Baru saja mau mengusirnya, dia sudah
terbang. Tapi
dalam sekejap itu dia sudah meninggalkan bekas galian yang menimbulkan
rasa
gatal.
Sekarang dia pindah
lagi. Menari di dekat telinga. Dua ekor nyamuk menyanyi dan berjoget
sekaligus.
Ohoooo…niatnya barangkali mau menghibur. Tapi mendadak salah satu turun
dan
hinggap di jidat…halaaah…kok nggak sopan amat siichh ? Saya kerepotan.
Antara
mau menepuk, dan menggenggam kacang. Akhirnya saya hanya bisa pasrah.
Membiarkan Si Nyamuk berpesta sejenak di jidat, yang barangkali lebih
lezat
rasanya…hiiikss…
“ Haduuuuh…nih nyamuk
iseng amat. Tolong usir dulu dari kepalaku, “ kata saya kepada Pangeran
Remote
Control yang masih asyik mengganti saluran. Beliau menoleh sejenak.
“ Nyamuknya nggak
kelihatan !” sahutnya santai.
“ Ini
niiiih…uuuuhhh..gatel banget !!” seru saya, sambil berusaha menepuk dan
menggaruk. Hasilnya malah kulit kacang bertaburan di lantai.
“ Sudah…ambil obat
nyamuk saja. Sudah hampir magrib nih, sekalian disemprot saja.”
Pangeran Remote
Control langsung bangkit, mencari obat nyamuk semprot yang tersedia di
pojokan.
“ Tungguuuuu…aku
pindah dulu. Jangan disemprot sekarang. Nanti aku sesak nafas.” Seru
saya
sambil bangkit dan lari ke dalam kamar. Salah semprot, bukannya nyamuk
yang
terkapar, tapi bisa-bisa saya yang sesak nafas.
Dalam sekejap
Pangeran Remote Control, itu panggilan sayang buat suami tercinta, sudah
heboh
berperang dengan nyamuk. Suara semprotan obat nyamuknya terdengar
kemana-mana,
dan aroma obat nyamuk yang tajam menyerbu menusuk hidung. Walaupun ada
aroma
seperti jeruk, tapi tetap saja aroma kimia yang tajam lebih kental
menyergap ke
dalam pernafasan.
“ Ayooo…sudah niiih.
Sekarang semprot kamar dulu.” Suara Sang Pemburu Nyamuk terdengar
di depan pintu. Halaaaahh…mesti
ngungsi lagi niiih, batin saya.
“ Sebentar. Nanti
sajalah, tunggu sholat magrib dulu.” Saya menyahut dari dalam. Tidak
membuka
pintu….hihihiiii…
“ Ya, sudah. Nanti
jangan lupa, ya. Kalau tidak disemprot, nyamuk yang di luar bisa masuk
ke
kamar.” Suara Pangeran menjauh. Saya bernapas
lega. Urusan perburuan nyamuk reda sejenak.
♥
Tidak satu hari itu
saja kami harus berurusan dengan nyamuk.
Di musim-musim
kemarau, atau musim peralihan antara musim kemarau dan musim hujan,
biasanya
armada nyamuk akan merajalela di dalam dan di luar rumah. Nyamuk kebun
yang
lebih hitam dan langsing, biasanya memiliki posko atau daerah teritori
sendiri.
Mereka jarang masuk ke dalam rumah, dan biasanya tidak terlalu suka
dengan
cahaya. Berbeda dengan nyamuk rumah, yang sudah seperti tuan rumah di
tempat
kita. Kalau siang hari dia bersembunyi di balik lemari atau di dalam
tumpukan
pakaian dan buku. Menjelang senja, barulah mereka beroperasi mencari
mangsa.
Nyamuk kebun, yang
banyak di luar rumah biasanya memperoleh santapan dari lingkungan
sekitar.
Kalau ada hewan, mereka mengambil makanan dari darah hewan. Tapi kalau
sekali-sekali ada manusia yang lewat di dekat daerah kekuasaannya, mohon
maaf
saja, maka manusia itu pun harus membayar upeti berupa darah yang
langsung
disedot oleh para nyamuk. Kan menurut nyamuk, mereka juga perlu makanan
lezat
sekali-sekali. Mana tahu, di dalam darah itu terkandung zat gizi yang
baik,
berasal dari aneka hidangan yang enak dan sedap. Agar para nyamuk tambah
sehat
dan tambah bersemangat untuk berburu manusia. Hooooh !!!
Atas dasar
ketidaksepakatan itulah, sejak dahulu kala antara manusia dengan nyamuk
memang
tidak pernah akur. Kita, manusia, yang selama ini merasa memiliki
kekuasaan dan
memangsa mahluk lain, bisa kalah tak berkutik terhadap nyamuk. Kitalah
yang
selama ini menjadi mangsa kaum nyamuk…huuh !! Siapa bilang bahwa mahluk
kecil
tidak bisa menguasai manusia ? Barangkali itulah yang dipikirkan oleh
nyamuk,
ya…hehehe…
Manusia tentu tidak
mau dikalahkan begitu saja oleh nyamuk.
Agar manusia tidak
terganggu oleh nyamuk, maka sejak dahulu kita selalu berusaha untuk
membasmi
nyamuk apa pun caranya. Mulai dari cara tradisional, dengan membakar
kayu atau
daun-daun sehingga timbul asap yang tidak disukai nyamuk. Hingga
menciptakan
berbagai obat anti nyamuk dan pembasmi nyamuk.
Jenis obat anti
nyamuk ini juga beragam. Ada yang berupa cairan yang disemprotkan, ada
juga
berupa zat padat yang dibakar, atau berupa cairan yang dioleskan ke
permukaan
kulit.
Lucunya…nah, ini dia,
karena kita di Indonesia ini suka bahasa yang ringkas dan praktis, obat
anti
nyamuk ini sering salah kaprah disebut menjadi obat nyamuk. Bayangkan
anti
nyamuk, yang artinya untuk menghindarkan kita dari nyamuk berubah
menjadi obat
nyamuk. Tentu si Nyamuk senang sekali, karena dia diberi obat untuk
mengobati
dan menguatkannya…hahaha… pantesan saja dari dulu sampai sekarang kita
tidak
pernah menang melawan nyamuk !
♥
Ngomong-ngomong soal
obat nyamuk yang salah kaprah itu, saya jadi berpikir. Hanya untuk
membasmi
seekor mahluk kecil yang sekali tepuk bisa langsung gepeng, kita
membutuhkan
upaya dan daya yang sangat besar. Sebut saja obat nyamuk bakar. Ini obat
nyamuk
yang sudah kita kenal sejak berpuluh tahun lalu. Bahan baku obat nyamuk
bakar,
mulai dari yang sederhana mirip dengan adonan bubuk kayu berwarna coklat
hingga
yang kemudian yang berwarna hijau. Dibentuk seperti ular melingkar, obat
nyamuk
bakar ini cukup praktis. Tinggal dibakar, maka asapnya akan mengusir
nyamuk
agar enggan mendekat. Namun belakangan obat nyamuk bakar ini kurang
disukai,
karena membuat pernapasan menjadi tidak nyaman.
Kemudian muncul obat
nyamuk cair yang disemprot dengan alat penyemprot khusus . Konon dulu
kandungan
obat nyamuk semprot mengandung DDT atau endrin, racun yang sangat
berbahaya
bagi manusia. Lalu dicari bahan kimia yang dianggap aman bagi manusia,
tapi
ampuh untuk mengusir dan membasmi kawanan nyamuk. Sayangnya,
penyalahgunaan
penggunaan obat nyamuk cair ini sering terjadi. Bukannya digunakan untuk
membasmi nyamuk, eeeeh…banyak orang yang putus asa menggunakan cairan
obat
nyamuk ini untuk menghabiskan nyawa sendiri…hiiiks…Sementara itu sang
nyamuk
hanya bisa terheran-heran melihat kenekadan dan perilaku manusia yang
salah
kaprah tadi.
Kembali kepada Sang
Nyamuk dan obatnya. Melihat nyamuk yang beterbangan kian kemari dengan
riangnya, saya termenung.
Mahluk kecil yang
tidak berdaya itu sungguh luar biasa. Dia hanya sekedar mengikuti naluri
dan
menggigit manusia untuk kelangsungan hidupnya, tetapi akibatnya banyak
manusia
menjadi sakit bahkan meninggal akibat penyakit yang ditimbulkannya. Lalu
bangsa
manusia pun bangkit, dan menyatakan perang dengan nyamuk. Dengan daya
pikirnya
manusia menciptakan berbagai obat anti nyamuk yang menjadi obat nyamuk.
Berpuluh bahkan
beratus tahun kehidupan manusia berdampingan dengan nyamuk sekaligus
memusuhinya. Berbagai daya dan akal manusia digunakan untuk membasmi,
memusnahkan dan menyingkirkan nyamuk dari kehidupannya. Hingga sejauh
ini kita
belum berhasil.
Barangkali kita harus
berpikir, lebih jauh dari sekedar memusuhi dan membasmi nyamuk.
Barangkali kita
harus benar-benar membuat nyamuk menjadi sahabat manusia, dan membuat
obat
nyamuk…yang artinya obat yang terbuat dari nyamuk…hehehehe…Siapa tahu,
ada obat
di dalam tubuh nyamuk yang dapat menjadi obat bagi manusia…???
Semoga saja…kita
dapat berpikir melebihi kemampuan nyamuk…J
Jakarta, 5 Desember 2011
Salam hangat,
Ietje
S. Guntur
Special
note :
Terima
kasih
kepada Pangeran Remote Control dan Pa tercinta yang suka banget berburu
nyamuk setiap senja hari…Kenapa ya, para bapak seperti mendapat
kenikmatan dari
berburu nyamuk ini ? hehehe…Cuma Tanya …!! Thanks untuk inspirasinya,
yaaaa….
♥♥
Komentar
Posting Komentar