Dua Macam Waswas


Oleh Zulfikar Sayf Maula*
Dalam bahasa Indonesia, waswas bermakna kekhawatiran. Namun berbeda dalam bahasa Arab, waswas bermakna bisikan, hampir sama namun tetap berbeda. Kata waswas sangat akrab sekali, sering terdengar dari suara imam, saat memimpin shalat sehari-hari, tepatnya ketika yang dilantunkan adalah surat An-Nas. Disurat akhir itulah waswas atau bisikan dibahas. “Min syarril-waswasl khannas..dari bisikan syaithan yang biasa bersembunyi..” begitulah bunyi sifat waswas atau bisikan pada ayat ke empat, sifatnya selalu bersembunyi, tidak tampak jelas.
Pada ayat selanjutnya, Allah swt berfirman “allazi yuwaswisufî sudûrinnas..yang biasa membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia..” ini adalah suatu penentuan, bahwa perbuatan waswas, adalah membisikkan kejahatan pada dada manusia yang tersembunyi, tidak tampak dengan jelas. Selanjutnya Allah swt berfirman “minnal jinnati wannâs..dari golongan jin dan manusia..” sutau penetapan, sosok siapakah mereka, tidak hanya dari golongan jin, namun ternyata juga terdiri dari manusia.
Maka dapat digolongkan, bahwa ada dua macam bisikan kejahatn tersembunyi, yang selalu mengelabuhi manusia di dunia ini, agar terhindar dari bentuk bisikan-bisikan kejahatan seperti ini, maka haruslah diketahui lebih mendalam;
Bisikan dari golongan jin, tidak ada yang tahu bagaimana berlangsungnya, sebab sifat jin adalah makhluq ghaib, namun pengaruhnya, sangat banyak dapat dirasakan dalam realitas kehidupan sehari-hari. Dan hal yang paling penting adalah, permusuhan antara jin dan manusia, antara kejahatan dan kebenaran, sudah di ikrarkan jin, jauh sebelum zaman ini. Bahkan Iblis pun meminta izin agar dapat melakukan peperangan  ini, sampai datang hari akhir, dengan kekuasan yang maha tinggi dan hikmah yang hanya diketahui oleh Sang Pencipta, Allah swt mengizinkan Iblis, dan genderang pun terus ditabuh.
Dan Allah swt tidak membiarkan hambanya berperang tanpa senjata, Allah swt beri senjata berupa; perisai iman, bekal dzikir dan do’a memohon perlindungan. Bila senjat-senjata ini diabaikan manusia, maka celakalah ia.
Bisikan selanjutnya, yaitu bisikan manusia, ternyata bisikan ini bahkan dapat lebih dasyat, dibanding bisikan syaithan, ini dapat diketahui secara jelas; bisa jadi datang dari teman dekat; pembantu penguasa; pengumpat; syahwat yang dapat muncul tiba-tiba; dan masih banyak bisikan yang datang melalui celah-celah hati, lebih halus dari syaithan.
Maka gunakanlah senjata yang sudah Allah swt berikan, agar selamat dari bisikan-bisikan kejahatan, baik dar kalangan jin ataupun manusia. Semoga apa yang dijelaskan disini, dapat diambil hikmahnya, wallahu a’lam bishawwab..

###
*Biodata penulis: Zulfikar Sayf Maula mahsiswa STID Moh. Natsir, menyukai dunia literasi, blogs anajawy.blogspot.com, email zs.maula @gmail.com.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ringankan Beban Kuatkan Impian: Dampak Bantuan Seragam bagi Suci Aulia Dhina

Mitos Pulau Penyengat dan Spirit Islam

Pembunuh yang Dicintai Korbannya