Makna Gurindan 12 Pasal Satu

Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
maka ia itulah orang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari.
Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang yang terpedaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah ia dunia mudarat.
Keenam bait gurindam diatas, bermakna memberi nasehat mengenai agama atau pesan relegius, agama sangat penting bagi kehidupan manusia, agar selamat dunia dan akhirat, agamalah yang akan membimbing umat manusia untuk terus berbuat kebaikan dan kebenaran. Tanpa Islam, maka orang akan tersesat, melakukan tindakan semaunya, sewenang-wenang., sejarah membuktikan, betapa kejamnya peradaban tanpa Islam, kejahiliyahan semata, kebutaan yang menyengsarakan. Bahkan, pembantaian dan pembunuhan masal, dijadikan solusi. Itulah yang dimaksud dengan "Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.".
Pada bait selanjutnya, "Barang siapa mengenal yang empat, maka ia itulah orang ma'rifat", yang dimaksud dengan yang empat disini yaitu, makrifat, tarikat, hakekat dan syari'at. barangkali tampak seperti faham sufistik, namun bukan itu yang saya maksud, makrifat yang saya maksudkan adalah pertemuan sekaligus pembelajaran Rasulullah saw pada Jibril as, bukan itu juga makrifat. 

Komentar

  1. thanks ya, udah mumet terpaksa nyari opsi lain, browsing hahaha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ringankan Beban Kuatkan Impian: Dampak Bantuan Seragam bagi Suci Aulia Dhina

Mitos Pulau Penyengat dan Spirit Islam

Pembunuh yang Dicintai Korbannya