Mengenal Kota Tanjung Pinang

Menurut sejarah, kawasan yang sekarang telah menjadi kota ini, merupakan bagian dari Kerajaan Melayu (Sulalatus Salatin). Setelah jatuhnya Malaka ke tangan Portugal, Sultan Mahmud Syah menjadikan kawasan ini sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Malaka. Kemudian sempat menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Johor, sebelum diambil alih oleh Belanda, terutama setelah Belanda menundukan perlawanan Raja Haji Fisabilillah tahun 1784 di Pulau Penyengat.
Pada masa kolonial Belanda, status Tanjungpinang ditingkatkan, menjadi pusat pemerintahan dari Residentie Riouw pemerintah Hindia-Belanda. Kemudian di awal kemerdekaan Indonesia, menjadi Kabupaten Tanjung Pinang. Setelah menjadi Kota Administratif - Kabupaten Tanjung Pinang hingga tahun 2000, berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2001, pada tanggal 21 Juni 2001, statusnya menjadi Kota Tanjungpinang. Pusat pemerintahan yang semula berada di pusat Kota Tanjungpinang di pemukiman padat penduduk kemudian dipindahkan ke Senggarang(bagian utara kota) sebagai pusat pemerintahan. Hal ini ditujukan untuk mengimbangi kesenjangan pembangunan dan kepadatan penduduk yang selama ini berpusat di kota lama (bagian barat kota).
menurut Demografinya, agama penduduk setempat terdiri dari Islam, Kristen dan Budha. Suku bangsanya Melayu, Tionghoa, Jawa, Minang dan Bugis. Sedangkan bahasanya Melayu dan Indoesia. (sumber: wikipedia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ringankan Beban Kuatkan Impian: Dampak Bantuan Seragam bagi Suci Aulia Dhina

Mitos Pulau Penyengat dan Spirit Islam

Pembunuh yang Dicintai Korbannya