Postingan

Ringankan Beban Kuatkan Impian: Dampak Bantuan Seragam bagi Suci Aulia Dhina

Gambar
Namanya Suci Aulia Dhina anak seorang buruh tani yang tinggal mengontrak di Desa Wonosari Jaya SP 4 Kabupaten Mimika Papua Tengah akhirnya dapat merasakan bahagianya merayakan dampak dari sebuah kepedulian, meski untuk membayar sewa rumah orang tuanya masih menunggak 8 bulan dirinya tetap harus semangat meraih cita-cita agar dapat mengubah nasibnya kelak. Suci Aulia Dhina baru saja menyelesaikan belajarnya i abngku SMP dan memilih untuk melanjutkan ke SMA Negeri 7 Mimika, di tengah kondisi ekonomi keluarganya yang tidak menentu apalagi bila saat musim hujan terkadang ayahnya tidak bekerja, untuk membeli seragam serasa menjadi beban tambahan, dirinya berharap ada keajaiban hingga dapat merasakan bahagianya merayakan dampak. Walau Suci Aulia Dhina mendaftar di SMA Negeri 7 Mimika namun di dalam hati sebenarnya ada keraguan dan kekhawatiran apabila tidak bisa membayar hingga tak bisa mendapat seragam, namun Allah SWT menunjukkan jalan berbeda LAZ Assalaam Timika hadir memberikan bantuan h...

Dompet Dhuafa 31 Tahun Layani hingga Pelosok Negeri sampai Ujung Dunia

Gambar
Dompet Dhuafa 31 tahun berdiri tidak terasa lembaga filantropi kebangaan Indonesia ini terus berbenah dan tidak berhenti belajar melayani, tak hanya di area sekitar namun hingga pelosok negeri bahkan sampai ke luar negara dengan mengambil tagline Smiling Foundation. Tagline Smiling Foundation faktanya tak sekedar pesan atau nilai tapi Dompet Dhuafa 31 tahun benar-benar sudah membantu donatur menyampaikan amanah dana kepada yang berhak dengan terus belajar melayani, hingga telah membuat senyum indah bagi kedua belah pihak. Sebagaimana titah kehidupan yang tak pernah berhenti untuk berlatih, membaca, atau menelaah itulah Dompet Dhuafa 31 tahun dan terus belajar melayani, mengukir senyum bagi dermawan serta menghapus susah di wajah mustahik seperti tagline Smiling Foundation. Selain terus belajar melayani, kegiatan Dompet Dhuafa 31 tahun ini bisa dilihat dari laman resminya bagaimana A Smiling Foundation ini beberapa waktu lalu menjalin kerjasama dengan lembaga HUMIA TRUST dari luar neger...

Jin

Gambar
Membahas hal yang satu ini, mengingatkan saya pada sebuah penjelasan, yang menerangkan bahwa, jin ( جن ) berasal dari huruf jim ( ج ) dan nun ( ن ). Ini mengindikasikan bahwa, semua kata yang berasal dari dua huruf tersebut, adalah hal-hal gha'ib. Katakan, misalnya seperti jannah ( جنة ) yang bermakna syurga, junun ( جنون ) yang bermakna gila dan contoh laiinnya. Semuanya tak dapat dilihat oleh kasat mata, dalam artian mereka semua gha'ib. Allah swt berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 1-3 “ Alif Laam Miim. Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan  padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang  beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka , ”. Orang-orang yang bertaqwa, yang dimaksud oleh Allah swt, adalah orang yang beriman akan adanya hal yang gha'ib, dalam...

Mencintai "Wanita"

Gambar
Ibuku perempuan, kakakku perempuan, bulekku perempuan, budeku perempuan, mbahku perempuan. Mereka perempuan-perempuan tangguh disekitarku, bertahan tegak ditengah ketidakberdayaan seorang laki-laki. Dalam kegigihan mereka, aku terus menccarikan posisiinya dalam Islam. Sungguh Islam sangat menghormati mereka, Rasulullah (sholallahu ‘alaihi wasallam) mengatakan, bahwa surga berada dibawah telapak kaki ibu, kakum perempuan, sebuah kiasan yang tinggi, didedikasikan buat kaum perempuan yang sangat berharga. Tidak pernah ada dalam Islam, terjadi kekerasan pada perempuan seperti yang dirasakan Annisa dalam fim “Perempuan Berkalung Sorban”, penulis novel dan sutradara film sangat mengarahkan pesan, betapa jahatnya Islam pada perempuan. Mungkin kasus itu terjadi, namun untuk menjadi contoh, tentu sangat berbahaya, siapa saja yang menonton, akan langsung menganggap bahwa Islam tidak beres. Teman-teman mahasiswa saja terbawa emosi, mereka larut pada gambaran sosok Annisa yang terus berjua...

"Da'i" yang Selalu Shalat Masbuq

Suatu hari, saat terlambat dalam melaksanakan sholat ‘ashr dan kuselesaikan rokaat dengan status masbuq, aku tersenyum sendiri, dalam hatiku keluar kalimat  “da’i yang selalu sholat masbuq” , serasa malu sebenarnya, studi di sekolah dakwah yang pasti berharap akan menjadi kader da’i, namun pada saat yang sama aku mengamati jajaran shof yang ada didepanku, statusnya tidak berbeda denganku, apalagi yang berada sejajar dan berada dibelakangku, tidak kalah banyak dan yang menjadi perlu untuk diamati, umumnya mereka adalah para mahasiswa atau yang berkerja diinstitusi dakwah ini, apakah ini yang didakwahkan ketengah masyarakat? Da’i sebaga bagian dari ulama yang mewarisi para Nabi, tentunya tidak mendapatkan harta, dan memang bukan itu yang akan diberikan pada masyarakat. Para Nabi hanya mewariskan ilmu, selain itu, mereka juga mewariskan sejarah keteladanan yang sempurna bagi umatnya. Kemudian ulama dan da’i yang memegang amanah ilmu, tidak mungkin meninggalkan keteladan yang buru...

Update Niatmu Selalu Boy

Gambar
Merujuk kepada kitab Al-Arba’în An-Nawâwiyah boy, pada hadits pertama kita akan jumpai, betapa agungnya nilai sebuah niat. Barangkali kita terlalu sibuk, sehingga dasar-dasar pekerjaan (ibadah) seperti ini terlupakan boy. Bayangkan boy!, betapa indahnya setiap pekerjaanmu, bila semua kau niatkan hanya untukNya. Dari saat membuka mata dipagi hari, hingga kan kau tutup mata dimalam hari, sesungguhnya semua tak kan sia-sia. Betapa besar, betapa banyak nilai pahala yang kan kau raih. ” Iñamâl a’mâlu bin-niyât.. Iñamâl a’mâlu bin-niyât.. ” ucap Baginda Nabi saw, sesungguhnya, sesungguhnya setiap amal perbuatan, tergantung pada niat. Apa tujuanmu (niatmu) hidup didunia ini boy, jangan kau katangan tak tahu, sangat tak bermoral itu. Allah swt telah ciptakan kita tidak sia-sia, melainkan untuk beribadah. Tidakkah kau bersyukur boy, sudah dihidupkan dialam dunia, walau sementara. Dahulu Sang Maha Pengasih telah mengutus nabi-nabi, sekarang hanya tinggal kau pilih, beribadah atau tidak ...

Pembunuh yang Dicintai Korbannya

Gambar
Tuhan sembilan centi, begitulah Taufik Ismail menyebut benda yang satu ini, untuk judul   puisi panjangnya, apalagi kalau bukan rokok. Jangan salah kawan, jika membahas rokok, kita terbebas dari barang yang memiliki 4000 zat beracun ini. Membahasnya berarti cita-cita,   barangkali tidak terwujud hari ini,   namun suatu saat nanti, kelak akan kita raih mimpi, menghirup udara segar dengan nyaman, yang menjadi hak setiap insan di dunia. Berbeda sedikit dengan Taufik Ismail, dimana beliau menyindir para kiayi, yang menyatukan rokok dan tasbih dalam saku. Penuhanan itu benar-benar tampak, saat penulis menyaksikan kecelakaan disebuah perusahaan industri, seorang karyawan terkena patah tulang, dalam perjalanan ke rumah sakit, bukan dia mengingat Allah swt, namun yang diinginkan sebatang rokok, agar hilang nyeri dan perih, begitupun para pasien yang dirawat inap di rumah sakit, semua ingin segera keluar dari sana, hanya karena menginginkan sebatang rokok. Untuk lebih...