Postingan

“Manhaj Al-‘Ashr”

Gambar
             Manhaj yang dibaca oleh setiap sahabat Nabi saw bila berjumpa; berjanji di atas keimanan dan amal shalih; berjanji di atas kebenaran dan saling berwasiat dengan kesabaran; berjanji di atas keduanya sebagai kunci manhaj; berjanji di atas keduanya sebagai ummat yang selalu tegak di atas manhaj ini. Selain Al-‘Ashr bermakna masa atau waktu secara bahasa, maka “ Manhaj Al-‘Ashr ”, dapat juga diartikan ‘konsep kekinian’, dan memang itulah dia yang dimaksud, yaitu konsep hidup masa kini, zaman yang modern. Al-‘Ashr , juga lebih akrab terdengar ditelinga masyarakat, sebagai nama sebuah surat pendek, para imam masjid-pun sering melantunkannya saat shalat. Pada ayat yang pendek tersebutlah, ternyata terkandung sebuah konsep modern, saat Allah swt bersumpah demi masa, maka rahasia waktu-pun  terungkap, bagaikan pedang, bila tak digunakan dengan baik, niscaya dia akan menusuk pemiliknya. “ Wal ‘ashr innal insâna lafî khusr , demi masa,...

Di Bawah Lindungan Al-Qur’an

Gambar
      Benar bahwa, jika kita membuka kembali kitab suci Al-Qur’an, maka tidak akan kita temukan peraturan mengenai naik turunnya harga, BBM misalnya. Tidak ada cara-cara mengatur perpajakkan, dan kehakiman. Tidak ada cara mengatur pemberantasan korupsi, bagaimana menangani bencana alam, bagaimana cara mngatur lalu lintas. Jelas hal-hal semcam itu, terlalu remeh untuk termaktub dalam sebuah kitab suci. Jika itu terjadi, maka akan setebal apa kitab suci umat Islam kita. Pertanyaan yang tidak perlu dijawab, menurut Mohammad Natsir ( Capita Selecta , 2008), sebab semua ini adalah hal-hal yang berkenaan dengan keduniaan, yang selalu berubah-rubah, sesuai tempat, zaman dan keadaan. Yang ada dalam Al-Qur’an adalah hal-hal pokok yang bersifat tidak berubah-ubah, ini selama manusia bersifat sebagai manusia, baik dizaman dahulu, ataupun sekarang. Sejak zaman onta sampai zaman toyota. Al-Qur’an menetapkan kriteria seseorang untuk menjadi pemimpin; agama, sifat dan tabiatn...

Dua Macam Waswas

Oleh Zulfikar Sayf Maula* Dalam bahasa Indonesia, waswas bermakna kekhawatiran. Namun berbeda dalam bahasa Arab, waswas bermakna bisikan, hampir sama namun tetap berbeda. Kata waswas sangat akrab sekali, sering terdengar dari suara imam, saat memimpin shalat sehari-hari, tepatnya ketika yang dilantunkan adalah surat An-Nas. Disurat akhir itulah waswas atau bisikan dibahas. “ Min syarril-waswasl khannas..dari bisikan syaithan yang biasa bersembunyi..” begitulah bunyi sifat waswas atau bisikan pada ayat ke empat, sifatnya selalu bersembunyi, tidak tampak jelas. Pada ayat selanjutnya, Allah swt berfirman “ allazi yuwaswisufî sudûrinnas..yang biasa membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. .” ini adalah suatu penentuan, bahwa perbuatan waswas, adalah membisikkan kejahatan pada dada manusia yang tersembunyi, tidak tampak dengan jelas. Selanjutnya Allah swt berfirman “minnal jinnati wannâs..dari golongan jin dan manusia..” sutau penetapan, sosok siapakah mereka, tidak hanya da...

Kenapa Harus Kartini?

Oleh Zulfikar Sayf Maula [1] Semacam doktrin, bertahun-tahun masyarakat Indonesia menelan mentah-mentah sejarah sosok Kartini, tanpa mengetahui siapa sebenarnya sosok pahlawan nasional yang satu ini. Masyarakat Indonesia dicekoki dengan kepahlawanan yang hampa, tanpa perjuangan besar, menjadikan Kartini sebagai seorang super hero, ikon perjuangan bangsa. Sementara pahlawan-pahlawan wanita, pejuang-pejuang perempuan yang jelas-jelas turun tangan, dalam pertempuran-pertempuran di zaman penjajahan, sama sekali tak di anggap, seolah hilang, tenggelam oleh kebesaran Kartini. Hingga saat ini, penulis juga baru menyadarinya, kenapa tidaka dijadikan Cut Nyak Din sebagai ikon perjuangan wanita Indonesia dan diperingati dengan hari Cut Nyak Din?, kenapa bukan Dewi Sartika atau perempuan lain yang banyak berjuang demi agama dan bangsa?, sangat rancu memang, maka pertanyaan ‘kenapa harus Kartini?’ bukanlah pertanyaan yang tidak berdasar, bukan mengada-ngada, pertanyaan yang perlu diajukan k...

Makna Gurindan 12 Pasal Satu

Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. Barang siapa mengenal yang empat, maka ia itulah orang ma'rifat Barang siapa mengenal Allah, suruh dan tegahnya tiada ia menyalah. Barang siapa mengenal diri, maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari. Barang siapa mengenal dunia, tahulah ia barang yang terpedaya. Barang siapa mengenal akhirat, tahulah ia dunia mudarat. Keenam bait gurindam diatas, bermakna memberi nasehat mengenai agama atau pesan relegius, agama sangat penting bagi kehidupan manusia, agar selamat dunia dan akhirat, agamalah yang akan membimbing umat manusia untuk terus berbuat kebaikan dan kebenaran. Tanpa Islam, maka orang akan tersesat, melakukan tindakan semaunya, sewenang-wenang., sejarah membuktikan, betapa kejamnya peradaban tanpa Islam, kejahiliyahan semata, kebutaan yang menyengsarakan. Bahkan, pembantaian dan pembunuhan masal, dijadikan solusi. Itulah yang dimaksud dengan " Barang siapa tiada memegang agama,...

Mengenal Kota Tanjung Pinang

Menurut sejarah, kawasan yang sekarang telah menjadi kota ini, merupakan bagian dari Kerajaan Melayu ( Sulalatus Salatin ). Setelah jatuhnya Malaka ke tangan Portugal , Sultan Mahmud Syah menjadikan kawasan ini sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Malaka . Kemudian sempat menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Johor , sebelum diambil alih oleh Belanda , terutama setelah Belanda menundukan perlawanan Raja Haji Fisabilillah tahun 1784 di Pulau Penyengat . Pada masa kolonial Belanda, status Tanjungpinang ditingkatkan, menjadi pusat pemerintahan dari Residentie Riouw pemerintah Hindia-Belanda . Kemudian di awal kemerdekaan Indonesia , menjadi Kabupaten Tanjung Pinang. Setelah menjadi Kota Administratif - Kabupaten Tanjung Pinang hingga tahun 2000, berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2001, pada tanggal 21 Juni 2001, statusnya menjadi Kota Tanjungpinang. Pusat pemerintahan yang semula berada di pusat Kota Tanjungpinang di pemukiman padat penduduk kemudian dipindahkan ke Senggarang (bagian...

Sentuhan Pribadi Dalam Pekerjaan Kita

Hore, Hari Baru! Teman-teman.   Catatan Kepala: ”Setiap orang memiliki sentuhan pribadi yang berbeda terhadap pekerjaan yang sama sehingga hasil kerjanya menjadi unik . Maka untuk menghasilkan pekerjaan yang baik kita perlu memberikan sentuhan pribadi terbaik.”   Setiap pabrik yang baik selalu memiliki departemen Quality Assurance yang tugasnya memastikan bahwa setiap produk yang dirilis memenuhi standar kualitas tertentu. Suatu produk layak jual bukanlah produk yang 100% memenuhi syarat tertentu itu, melainkan yang masih berada dalam ‘range’ atau rentang kualitas tertentu. Bahkan di pabrik yang sudah serba otomatis menggunakan system komputer terbaikpun masih bisa terjadi defect atau penyimpangan hasil. Apa lagi jika pekerjaan itu dilakukan secara manual oleh setiap karyawan. Misalnya; mengetik, menganalisis, memasarkan, menjual, membuat laporan, memeriksa, dan sebagainya. Kita semua, berada dikantor mengerjakan tugas atau pekerjaan tertentu. Ad...